Mintakat: Jurnal Arsitektur
Vol. 24 No. 1 (2023): Maret 2023

Konsep Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi Bangunan Kolonial di Jalur Belanda menuju Singaraja Kota Pusaka

Kurniawan, Agus (Unknown)
Arthana, I Nyoman Nuri (Unknown)
Suryawan, Dewa Ketut (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2023

Abstract

Kota Singaraja di Bali Utara sebagai salah satu kota lama di Bali banyak memiliki warisan budaya diantaranya Jalur Belanda. Pemerintah Kolonial Belanda membangun jalur ini setelah menguasai daerah Bali pada tahun 1846 dan menjadikan Kota Singaraja sebagai pusat pemerintahannya. Sepanjang jalur ini, dibangun perkantoran, perdagangan, fasilitas pelayanan umum dan rumah-rumah dinas. Kawasan ini sekarang telah banyak mengalami perubahan dan bahkan terjadi kerusakan pada bangunan-bangunan tersebut. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah kegiatan pelestarian kawasan Jalur Belanda di sepanjang jalan Ngurah Rai sangat lemah partisipasi masyarakat karena kebijakan sebelumnya yang didominasi oleh pemerintah sehingga seringkali masyarakat tidak dilibatkan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan konsep peningkatan partisipasi masyarakat dalam konservasi bangunan kolonial di Jalur Belanda menuju Singaraja kota pusaka dengan menggunakan metode kombinasi model sequential explanatory. Hasil penelitian menemukan konsep partisipasinya adalah: 1) pemberian penyuluhan pelestarian bangunan bersejarah; 2) mengadakan diskusi tentang rasa memiliki dan kebanggaan dengan bangunan bersejarah bersama tokoh masyarakat; 3) pendampingan terhadap masyarakat melalui kerjasama dengan pemerintah dan tokoh masyarakat; 4) pengecatan ulang bangunan sehingga memunculkan suasana kota lama Singaraja; 5) mengadakan festival budaya kerjasama dengan pemerintah, profesional dan masyarakat; dan 6) pengupayaan pendaftaran bangunan lama yang belum terdaftar untuk menjadi bangunan bangunan kolonial.-------------------------------------------------------------------------------------------The city of Singaraja in north Bali, one of the ancient cities of Bali, has many cultural heritages including the Dutch route. The Dutch colonial government built this road after controlling Bali in 1846 and making the city of Singaraja the center of its government. Along this route, offices, commercial businesses, public service facilities and official residences will be built. This area has undergone many changes and even damage to these buildings. The problem that arises today is that the conservation of the Dutch line area along Jalan Ngurah Rai is very weak due to the lack of community participation because the previous policy was dominated by the government, so the community was often not involved. The aim of this study was to find the concept of increasing community participation in the conservation of colonial buildings on the Dutch route to Singaraja, a heritage city, using a method of combining sequential explanatory models. The results of the study found that the concept of participation was: 1) providing advice on the conservation of historic buildings; 2) discuss with community leaders about ownership and pride in historic buildings; 3) community assistance through collaboration with government and community leaders; 4) repaint the building in order to bring out the atmosphere of the old town of Singaraja; 5) organize a cultural festival in collaboration with the government, professionals and the community; and 6) efforts to register old buildings that have not been registered to become cultural heritage buildings.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jam

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Environmental Science

Description

Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam ...