Penelitian ini bertujuan untuk menguak norma perkawinan yang berkembang di masyarakat Batak melalui cerita Batu Marompa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengamati secara mendalam mengenai konsep pernikahan yang berkembang, penelitian ini menggunakan kerangka kajian gender. Dapat disimpulkan bahwasanya cerita ini mengajarkan kita sebagai orangtua agar lebih memperhatikan psikis anak. Kita juga harus mengingat adat istiadat yang ada pada suku kita, terkhususnya pada masyarakat batak. Adat istiadat suku batak mengajarkan untuk tidak menjalin hubungan semarga ataupun sedarah. Dengan adanya hasil penelitian ini, penulis berharap semoga peneliti lainnya dapat mengangkat kembali kisah legenda yang berada di sekitarnya dengan memanfaatkan berbagai media yang dapat menarik minat pembaca terkhususnya anak-anak ataupun remaja. Kata Kunci: Pendidikan Gender; Kisah; Dongeng.
Copyrights © 2021