Dalam upaya mengangkat gerakan feminisme dan menanggulangi merosotnya budi pekerti, maka dalam karya sastra mengajarkan nilai pendidikan budi pekerti. Salah satunya dengan pembelajaran karya sastra yaitu naskah drama. Dengan mengajarkan pendidikan budi pekerti melalui karya sastra, maka dapat menunjang terwujudnya pendidikan budi pekerti yang baik sesuai dengan norma, kaidah, dan aturan yang berlaku di masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui feminisme dan nilai pendidikan budi pekerti pada naskah “Retna Pambayun” karya Priyo Nugroho. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat struktur pembangun naskah, analisis feminisme naskah, dan nilai pendidikan budi pekerti dalam naskah “Retna Pambayun”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat empat kritik feminisme yang ada dalam naskah “Retna Pambayun” yaitu sosok Pambayun sebagai putri raja, sosok Pambayun sebagai prajurit negara, sosok Pambayun sebagai wanita, dan sosok Pambayun sebagai korban. Implikasi dalam penelitian ini yaitu struktur yang membangun naskah, dan kritik sastra feminisme untuk menganalisis feminis tokoh utama. Selain itu terdapat nilai pendidikan budi pekerti salah satunya nilai-nilai kesusilaan.
Copyrights © 2021