Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN HAMICARA JAWA PADA KARANG TARUNA DI KABUPATEN SUKOHARJO Winda Lestari; Djoko Sulaksono
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i2.7699

Abstract

Hamicara Jawa or speaking Javanese is one of the language skills that must be preserved and developed, as an effort to maintain and revitalize regional languages among the millennial generation. So, the service team of the Javanesse Education Language Study Program provided good and good hamicarajawa training for youth groups in Sukoharjo district. The method applied is to provide training and mentoring for hamcara Jawa using modeling techniques and direct practice. The result of this service is that youth organizations in the district of Sukoharjo who incidentally still use Javanese as their mother tongue and are used in traditional ceremonies or daily activities can use the good and correct Javanese language. This is in accordance with the purpose of service, namely providing assistance and training to youth youth groups so that they can use good and correct Javanese language in speaking in society, especially hamicara Jawa in community activities and Javanese traditional ceremonies. As an effort to preserve and develop regional languages, especially Javanese, Surakarta style
Upacara Adat sebagai Ikon Pengembangan Cultural Tourism di Kabupaten Pacitan Bagus Wahyu Setyawan; Anggoro Putranto; Djoko Sulaksono
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.7090

Abstract

Ikon pariwsata di suatu daerah selalu menampilkan karakteristik dan potensi khusus yang terdapat di daerah tersebut. Kota Pacitan sebagai salah satu destinasi pariwisata di Pulau Jawa yang kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan karena memiliki banyak potensi wisata di bidang keindahan alam, kuliner, hasil kerajinan, kesenian, dan wisata berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai upacara adat yang terdapat di Kabupaten Pacitan sebagai salah satu ikon pariwisata berbasis budaya. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa upacara adat yang terdapat di Kabupaten Pacitan, yaitu Upacara Adat Ceprotan dan Upacara Adat Eret. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Analisis data menggunakan metode analisis interaktif dan analisis jalinan. Hasil yang dari analisis data ditemukan fakta bahwa, upacara adat ceprotan dan upacara adat eret merupakan upacara adat yang secara periodik dilakukan rutin oleh masyarakat di Kabupaten Pacitan. Upacara adat ceprotan dilakukan setiap sekali dalam setahun, sedangkan upacara adat eret bertempat dilakukan rutin oleh masyarakat setiap jangka waktu tertentu, seperti tiga bulan sekali ataupun 6 bulan sekali. Pelaku dalam kedua upacara adat tersebut melibatkan banyak orang, yang terdiri dari masyarakat dalam satu desa. Kedua upacara adat tersebut juga memadukan upacara adat dengan pentas kesenian, sehingga dapat menarik minat para wisatawan. Adanya kedua upacara adat tersebut oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan dijadikan agenda rutin dan masuk dalam salah satu ikon wisata budaya di Kabupaten Pacitan
Strengthening Character of Environment Preservation Using Wayang Story Lakon Dewa Ruci: an Ecological Literature Analysis Djoko Sulaksono; Kundharu Saddhono
ELite Journal : International Journal of Education, Language, and Literature Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/elitejournal.v1n1.p%p

Abstract

Wayang is one of art which sourced from Javanese culture. Wayang for Javanese society have a function not only being an entertainment, but also being guidance ways. Wayang as guidance because on wayang story contain some of character values sourced from Javanese culture which especially dedicated for Javanese society. This research is qualitative descriptive using ecological literature approach. Focus on this research are to describe and explain about ways to strengthening characters of environment preservation using wayang story Lakon Dewa Ruci. Data resourced is wayang text lakon Dewa Ruci and some informants from dalang. Data collected technique using study literature and in-depth interview. Some data which founded then analyzed by using interactive technique, which the phase are data reduction, data display, and conclusion drawing. Triangulation technique using for data validity. Result of the research can be find in Lakon Dewa Ruci there are representation of teach how to preserve the environment. One of them can be seen when Bima looking for Tirta Perwita Sari, he must fused with nature, he must plunging into ocean. Therefore, characters of environment preservation also can be seen on Bimas journey when looking ngelmu sejati until he meet Dewa Ruci. Keywords:  character of environment preservation, wayang story, Lakon Dewa Ruci, ecological literature.