SMK Negeri 10 Malang merupakan sekolah kejuruan dengan 6 jurusan yang berbeda. Dalam pelaksanaan inventarisasi harian pada SMK Negeri 10 Malang masih menggunakan buku catatan dan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Selain itu standar operasional yang telah ditetapkan sering kali tidak dijalankan dalam berbagai aktifitas. Keadaan tersebut berpengaruh terhadap rendahnya validasi data barang inventaris. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut ialah melakukan analisis dan perancangan sistem informasi. Berdasarkan analisis dan perancangan dapat dibangun sistem informasi manajemen inventaris dan dilakukan pengujian apakah sistem informasi yang dibangun dapat menyelesaikan masalah yang ada pada SMK Negeri 10 Malang. Proses pengembangan dilakukan dengan mengikuti alur model Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall. Alur model waterfall terdiri analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan kesimpulan. Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan dengan wawancara menghasilkan 23 kebutuhan fungsional yang dimodelkan dengan Use Case Diagram dan Scenario. Perancangan dilakukan dengan membuat model Sequence Diagram, Entity Relational Diagram, pseudocode, dan wireframe. Implementasi kode program dilakukan dengan framework Express JS dan bahasa pemrograman Javascript. Tahapan pengujian dilakukan dengan 3 metode yaitu Basis-path Testing, Scenario-based Testing, dan System Usability Scale (SUS). Hasil dari pengujian Basis-path Testing dan Scenario-based Testing adalah keseluruhannya valid. Pada pengujian SUS dilakukan pengambilan data pada 20 guru dari SMK Negeri 10 Malang dapat didapatkan nilai SUS sebesar 75,25 yang mengartikan sistem dapat diterima oleh pihak sekolah.
Copyrights © 2023