Tanaman sirih hijau (Piper bettle L.) tumbuh di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Pesanggrahan, Batu, Jawa Timur. Daun tanaman ini dikenal mengandung zat-zat antiseptik dan antibakteri/antivirus seperti minyak atsiri dan tanin. Selama pandemi Covid-19 sekarang ini, kandungan tersebut sangat potensial untuk membasmi bakteri dan virus Covid-19. Makalah ini melaporkan hasil kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Pesanggrahan Batu tentang potensi penggunaan daun sirih hijau yang tumbuh di sana sebagai cairan hand sanitizer alami berdasarkan hasil uji kandungan tanin dan kemampuan menghambat pertumbuhan empat bakteri patogen, menggantikan virus Covid-19 yang tidak mungkin diperoleh. Tujuannya adalah agar masyarakat setempat bersedia memanfaatkan daun sirih tersebut sebagai cairan antibiotik alternatif untuk menjaga kebersihan tangan. Pertumbuhan keempat bakteri Escherichia coli, Salmonella sp, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa juga mampu dihambat masing-masing hingga diameter 14,05, 18,27, 13,92 dan 11,27 mm, yaitu kemampuan hambat sedang menuju kuat.
Copyrights © 2021