Pembangunan pertanian dan sumber daya manusia pertanian di Indonesia yang banyak menggunakan pendekatan kelompok menunjukkan pentingnya peranan ketua kelompok tani. Pemimpin kelompok tani merupakan salah satu agen yang dapat mendifusikan sebuah inovasi dan dianggap lebih efektif. Dengan melibatkan pemimpin kelompok tani maka mampu mempercepat difusi inovasi karena masyarakat merasa lebih memiliki inovasi yang berasal dari masyarakat itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fungsi kepemimpinan ketua kelompok tani dalam percepatan proses difusi inovasi. Penelitian dilakukan di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung data kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi dari 46 responden yang diambil dengan teknik sampel acak distratifikasi dan 4 informan. Hasil penelitian menunjukkan fungsi kepemimpinan ketua kelompok tani yang menonjol adalah fungsi hubungan sedangkan proses difusi inovasi yang dilakukan oleh anggota kelompok tani tergolong sedang atau cukup berhasil. Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara kedua variabel yang mana dapat diketahui bahwa fungsi kepemimpinan ketua kelompok tani dapat mendorong percepatan proses difusi inovasi.
Copyrights © 2023