Dalam situasi perekonomian global yang tidak menentu, para pelaku industri berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi perusahaan yang sedang dijalankan. Usaha mempertahankan dan meningkatkan produksi dapat dilaksanakan dengan baik apabila terdapat perencanaan produksi yang baik serta dukungan dari faktor internal dan eksternal perusahaan. Aktivitas produksi bukan sekedar sebagai aktivitas mentransformasikan input menjadi output, tetapi sebagai aktivitas penciptaan nilai tambah (value added). Pemahaman terhadap nilai tambah sangatlah penting agar dalam setiap aktivitas berproduksi selalu menghindari waste (pemborosan).Dengan menggunakan metode Cobb Douglas untuk menganalisis fungsi produksi keripik pisang. Fungsi produksi Cobb Douglas Adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan variabel dependen dan Dua atau lebih variabel independen dan juga menggunakan proses antara input dan output. Pemahaman fungsi produksi adalah salah satu faktor penting dalam melakukan perencanaan yang optimal.Tujuannya untuk mengetahui pengaruh input terhadap output, mengetahui elastisitas input terhadap output dan untuk mengetahui kondisi return to scale berdasarkan fungsi produksi Cobb Douglas.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel X1 (modal), X2 (bahan baku), dan X3 (tenaga kerja) berpengaruh secara signifikan terhadap Variabel Y (keripik pisang). Besarnya elastisitas X1 (modal) terhadap keripik pisang sebesar 0,265, besarnya Elastisitas X2 (bahan baku) terhadap keripik pisang sebesar 0,342, besarnya Elastisitas X3 (tenaga kerja) terhadap keripik pisang sebesar 0,593. Kondisi UPPKS periode 2018 – 2019 jika dilihat dari Skala hasilnya berada dalam kondisi increasing return to scale. Hasil Analisis menunjukkan bahwa parameter b + c + d = 1,2 lebih besar dari 1.
Copyrights © 2023