Artikel ini membahas pemikiran pendidikan politik Muhammad Cholil Bisri terutama dalam lokus kebangsaan yang dituangkannya dalam naskah Al-Durr al-Rumbānī fi al-Fiqh al-Siyāsī. Naskah yang disusun sebagai pedoman politik umat Islam ini memuat persoalan penting yang mengarah pada pemaknaan politik secara holistik. Sebagai alat perjuangan, persoalan politik tidak dapat dipisahkan dari kerja-kerja strategis umat Islam apalagi menafikannya. Dalam konteks demikian, sebagai pewaris Nabi, diperlukan peran para ulama sebagai politisi pendidik yang berpotensi mengawal pesan-pesan Islam dalam lokus kebangsaan. Salah satu pembahasan pendidikan politik dalam naskah ini adalah pendidilan loyalitas terhadap pemerintah meski dengan status oposisi, sebuah sikap yang mengarah pada gerakan konstruktif kebangsaan. Meski pandangan ini sudah lama disuarakan para pemikir awal Sunni dan menjadi pandangan politik kebangsaan NU, gagasan yang ditulis Muhammad Cholil Bisri ini tetap memiliki relevansinya dalam konteks politik kontemporer.
Copyrights © 2023