Dalam Kurikulum 2006 (KTSP), materi aspek kebahasaan tidak terlihat secara eksplisit baik pada kompetensi dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), maupun pada standar kompetensi (SK). Hanya saja pada KD terdapat kata-kata yang mengarah pada materi kebahasaan itu. Kata-kata yang dimaksud terbatas sebagai penjelas/keterangan yang memberikan penjelasan secara lengkap terhadap aspek keterampilan bahasa yang terdapat pada KD. Problem utama yang muncul dalam pembelajaran aspek kebahasaan di sekolah bersumber buku pelajaran yang tidak relevan dengan kurikulum dan juga tidak sesuai dengan tingkat perkembangan kejiwaan siswa. Untuk mengatasi problem tersebut, solusi yang dapat diambil di antaranya: (1) meningkatkan kompetensi guru bahasa Indonesia, (2) menyusun buku ajar kebahasaan berdasarkan kesalahan bahasa siswa, dan (3) mengadakan penelitian tentang perkembangan gramatika bahasa Indonesia anak usia sekolah.
Copyrights © 2015