ABSTRACT Toddlers are one of the age groups that are vulnerable to nutritional problems. One of the nutritional problems in toddlers is the chronic nutritional problem that we know today, namely stunting, where stunting itself is characterized by a child's height being shorter than the standard for his age. Basic Health Research Data (Riskesdas) shows that the prevalence of stunting under five in 2018 reached 30.8 percent, which means that one in three under five is stunted. The prevalence of stunting in the province of East Nusa Tenggara (NTT) again occupies the top position with a stunting toddler rate of 35.3% in 2022. This research aims to Knowing the relationship between Body Mass Index (BMI) for pregnant women and the incidence of stunting toddlers in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency.This research is a retrospective cross-sectional study which aims to determine the correlation between the body mass index of pregnant women and stunting toddler weight. This study the results of this research are The significance value through the Chi-Square Test for body mass index variables with stunting variables is (0.001). The significance value is less than (0.05), meaning that there is a significant relationship between body mass index (BMI) and the incidence of stunting. The conclusion of this research is Research shows that there is a significant relationship between maternal BMI during pregnancy and the incidence of stunting in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency. Keywords: BMI, Pregnant Women, Stunting ABSTRAK Balita merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap permasalahan gizi. Salah satu permasalahan gizi yang pada balita yaitu masalah gizi kronis yang saat ini kita kenal yaitu stunting, yang mana stunting sendiri ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar anak seusianya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting. Prevelensi stunting di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menempati posisi teratas dengan angka balita stunting sebesar 35,3% pada tahun 2022. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) Ibu Hamil dengan kejadian balita stunting di desa oben kecamatan nekamese kab kupang. Metode Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara indeks masa tubuh ibu hamil dengan berat badan balita stunting. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai signifikansi melalui uji Chi-Square Test untuk variabel indeks masa tubuh dengan variabel stunting adalah sebesar (0.001). Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari (0.05), artinya ada hbungan yang signifikan antara indeks masa tubuh (IMT)/ dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitan menunjukkan adanya hubungan signifikan pada IMT ibu selama hamil terhadap kejadian stunting di desa oben kecamatan nekamese kab kupang. Kata Kunci: IMT, Ibu Hamil, Stunting
Copyrights © 2023