Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kritik Immanuel Kant terhadap agama dalam konteks kehidupan beragama yang terjadi di desa Boti. Tulisan ini mengacu pada kerangka teoritis Imannuel Kant dan urgensinya bagi kehidupan beragama, khususnya di desa Boti. Seperti yang dijelaskan Kant bahwa keyakinan agama murni bukanlah untuk membangun institusi manusia baru, tetapi untuk melakukan kritik rasional terhadap agama-agama yang ada dan mencoba membimbing agama-agama dalam kemajuan menuju cita-cita komunitas manusia universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi dan studi kepustakaan. Dalam penelitian, Peneliti menemukan bahwa kritik Immanuel Kant memberikan pemahaman baru kepada orang Kristen dan penganut agama suku (halaika) untuk menempatkan agama dengan benar dan terbuka baik secara logis maupun moral. Ini berarti bahwa moral dan logika tidak berdiri sendiri tetapi berjalan bersama dengan tujuan membuat perubahan yang baik untuk semua orang. Kritik Kant berguna karena memberikan kontribusi konstan terhadap peningkatan moralitas agama dan logika agama pada setiap orang.
Copyrights © 2023