Media massa berperan penting dalam perkembangan informasi. Begitu juga media sosial kini menjadi tambahan referensi mencari informasi yang lebih ringkas dan menarik. Inilah gaya konsumsi media khususnya anak muda di Indonesia era digital. Sebagai pelajar tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), siswa/i masih minim bagaimana mendapatkan informasi dari media massa yang baik dan sesuai kebutuhan. Konten yang menarik dinilai sebagai konten yang menghibur dan memotivasi seseorang menjadi seperti yang dilihat di media sosial. Pengabdian ini bertujuan mengedukasi siswa/i dalam memilah informasi yang tepat dan tidak gegabah menerapkan pola hidup sehat, khususnya dalam mempercayai konten makanan. Berdasarkan landaskan pedoman gizi seimbang, edukasi makanan diterapkan dengan model Isi Piringku, melalui metode studi kasus, peserta mengaku tidak memahami bagaimana sistem kerja media sosial dan “aturan main” mengonsumsi media massa. Sosialisasi ini berupa penyuluhan, kemudian praktik pengecekan data teks pada konten di media massa dan media sosial menggunakan website https://turnbackhoax.id dan atau Google Fact Check, memahami konsumsi makanan sesuai Isi Piringku. Responden menyatakan bahwa 56,3% mengetahui tentang konsep ‘Isi Piringku’, namun belum memahami konsep berlandaskan Gizi Seimbang. Dalam sikap dan praktik belum banyak menerapkan rekomendasi Gizi Seimbang tersebut. Melalui kegiatan penyuluhan, siswa mendapat pemahaman mengenai nutrisi yang tepat untuk kebutuhan asupan sehari-hari serta proses simulasi Isi Piringku.
Copyrights © 2023