Widyaparwa
Vol 51, No 1 (2023)

KETIDAKADILAN GENDER, EMANSIPASI, DAN RESISTENSI PEREMPUAN BALI DALAM NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI: TINJAUAN FEMINISME

Rusdian Noor Dermawan (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)
Nur Indah Sholikhati (Universitas Jenderal Soedirman)
Anisya Parastika Wati (Unknown)
Arif Eko Widodo (Unknown)
Firsadias Gigih Pamukti (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2023

Abstract

This applied research has four objectives, namely to analyze (1) the form of gender inequality, (2) the form of women's emancipation, and (3) the practice of gender resistance in the novel Kenanga by Oka Rusmini. This qualitative descriptive study uses qualitative data collected by observation and documentation methods. The research instrument is a researcher who is equipped with a set of feminism theory and data analysis cards. The data collected was then analyzed using a qualitative descriptive technique based on the theory of feminism. The results of the study found that the plot of the Kenanga novel was a flashback type. The main cha-racter who experiences gender injustice and resists her feminist thoughts, attitudes, and behavior is Kenanga. The forms of gender injustice against Balinese women in Oka Rusmini's novel Kenanga include marginalization, stereotypes, and violence. The emancipation of Balinese women in the novel Kenanga is defined as the process of releasing women from low socioeconomic positions and from legal or traditional       restraints, especially the caste system that restricts women from developing. Balinese women's resistance through Kenanga and Intan appears in four forms, namely inner, cultural, social, and verbal resistance.Penelitian terapan ini memiliki empat tujuan, yakni menganalisis (1) bentuk ketidakadilan gender, (2) wujud emansipasi wanita, dan (3) praktik resistensi gender dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Penelitian deskriptif kualitatif inimenggunakan data kualitatif yang dikumpulkan dengan metode observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti yang dibekali seperangkat teori feminisme dan kartu data analisis. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan berpijak pada teori feminisme. Hasil penelitian ditemukan bahwa alur novel Kenanga berjenis flashback. Tokoh utama yang mengalami ketidak-adilan gender dan melakukan resistensi dengan pikiran, sikap, dan perilaku feminisnya adalah Kenanga. Wujud ketidakadilan gender terhadap perempuan Bali dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini meliputi marginalisasi, stereotipe, dan kekerasan. Emansipasi perempuan Bali dalam novel Kenanga diartikan sebagai proses pelepasan diri perempuan dari kedudukan sosial ekonomi rendah dan dari pengekangan hukum atau tradisi terutama sistem kasta yang membatasi pe-rempuan untuk berkembang. Resistensi perempuan Bali lewat tokoh Kenanga dan Intan muncul dalam empat bentuk, yaitu perlawanan batin, kultural, sosial, dan verbal.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

widyaparwa

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan ...