Menurut Badan Pusat Statistika, angka pengangguran di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya jumlahnya cukup tinggi, maka salah satu solusinya yaitu melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja dengan menyiapkan tenaga kerja yang profesional. Untuk keberhasilan penyelenggaraan suatu pelatihan maka dibutuhkan model pelatihan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana model operasional pelatihan pada Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deksriptif, jenis pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan melalui pedoman observasi dan wawancara. Teknis analisis data menggunakan beberapa tahapan seperti reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah model operasional pelatihan yang digunakan oleh Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional yaitu dengan Model Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang artinya pelatihan kerja yang akan berfokus pada hasil akhir (Outcome). Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Jenis pelatihan diantaranya Pelatihan Institusional yang pelaksanaanya dilaksanakan di kantor Balai Latihan Kerja dan Mobile Training Unit (MTU) yang pelaksanaannya di tempat tinggal warga setempat. Dengan langkah-langkah diantaranya : Identifikasi Kebutuhan Pelatihan yang bertujuan untuk melihat dan menentukan pelatihan apa yang akan diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan, Merancang Program Pelatihan seperti membuat kurikulum, materi, jadwal dan mempersiapkan alat peraga yang dibutuhkan, Melaksanakan Program Pelatihan dengan melakukan seleksi kepada calon peserta pelatihan dan
Copyrights © 2022