Penelitian ini menjelaskan peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan kompetensi berbahasa siswa dalam proses pembelajaran. Terdapat siswa yang berbicara dengan lancar dan jelas, siswa yang masih menggunakan bahasa tidak baku dan bahasa daerah, dan beberapa siswa yang kurang sopan saat berkomunikasi dengan guru di MIN 3 Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode yang digunakan dalam meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia bagi siswa MIN 3 Gunungkidul dan memaparkan faktor yang menjadi penunjang dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Tempat pelaksanaan penelitian di MIN 3 Gunungkidul. Peneliti menggunakan Milles Huberman dalam menganalisis data yang dilaksanakan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia, guru dapat memakai metode pembiasaan dalam semua kegiatan madrasah dan menjadi panutan bagi siswa (tauladan). Adapun faktor penunjang bagi siswa dalam kemampuan berbahasa Indonesia adalah perpustakaan, media audio visual dan madding. Sedangkan faktor penghambat siswa MIN 3 Gunungkidul dalam berbahasa Indonesia meliputi perbedaan intelektual siswa dan perkembangan biologisnya.
Copyrights © 2023