Articles
79 Documents
Pengembangan Media Pop-Up pada Materi Puisi untuk Siswa Kelas VIII SMP
Maisarah Maisarah;
Ade Alawiyah Lubis;
Farrel Zahra Vadinda;
Razita Dayana
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 2 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.15 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i2.1151
Artikel ini membahas pengembangan media Pop-Up pada materi puisi untuk siswa kelas VIII SMP. Tujuan dari artikel ini yaitu memaparkan tentang; (1) proses pengembangan media Pop-Up pada materi puisi untuk siswa kelas VIII SMP; dan (2) kelayakan media Pop-Up pada materi puisi untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan model Thiagarajan atau 4D. Subjek penelitian terdiri dua orang validator ahli media, dan materi bahasa Indonesia. Objek penelitian yaitu media Pop-Up untuk materi puisi di kelas VIII SMP. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: lembar angket validator, dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif rumus persentase rerata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan berbentuk media Pop-Up pada materi puisi. Media Pop-Up pada materi puisi yang dikembangkan terbukti sangat layak untuk digunakan oleh siswa kelas VIII untuk tingkat SMP/MTs sederajat. Penelitian ini merekomendasikan guru untuk menggunakan media Pop-Up dan juga menyarankan agar mengembangkan media yang sesuai dengan karakteristik materi pelajaran.
Menyibak Sastra Feminisme Kekinian: Ditinjau Perspektif Teori Belajar Humanistik
Edy Suprayetno
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 1 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.418 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i1.1003
Fenomena perempuan dalam tradisi kekinian sudah menjadi sebuah kultur. Eksistensi perempuan sudah seolah-olah sudah menjadi kebiasaan yang plural dan majemuk. Dilihat dari sudut hierarki peradaban, pengarang perempuan sudah banyak yang menyimpang dari sudut olah rasa, yakni menjamurnya ketidakseimbangan antara imajinasi dengan emosional. Hal ini mengakibatkan pengarang perempuan tidak mementingkan kulmulasi dalam mengimajinasikan kata-kata sebagai energi. Pengarang perempun bergelimut pada kekuatan perasaan yang ingin digoreskan secara indefendensial antara apa yang dirasakan dan imajinasinya. Selain itu, kekuatan di balik sastra masih tersimpan pada pengarangnya, tidak sampai pada pembaca, mengakibatkan tingkat klimaks sebuah cerita itu tidak mengandung emulsi sastranya. Masalah inilah yang menjadi titik keambiguan pengarang sastra itu yang perlu dikaji secara mendalam dan mendasar. Salah satu pendekatan yang dianggap mumpuni dapat ditinjau dari teori belajar humanistik. Teori humanistik menekankan pada aspek bagaiamana sastra itu dimplementasikan dalam kehidupan realitas dengan mengarahkan konsep memanusiakan manusia. Walaupun sastra bersifat fiksi, tetapi makna dari cerita yang disampaikan memberikan sebuah otokritik bagi si pembacanya lewat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan Kata Baku Dan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia
Rina Devianty
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 2 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.651 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i2.1136
Bahasa merupakan identitas suatu bangsa yang digunakan ketika berinteraksi. Manusia membutuhkan bahasa menjadi alat berkomunikasi. Bahasa memegang peranan penting sebagai alat komunikasi pada kehidupan manusia kerena dengan bahasa manusia bisa saling berinteraksi dan berbicara mengenai apa saja. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dipakai hampir pada semua daerah Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai bahasa persatuan haruslah mempunyai struktur yang jelas dengan memakai kata baku supaya menjadi bahasa yang baik dan benar dan mudah dipahami.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye
Reggia Margaretha Sihombing
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 1 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.592 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i1.998
Artikel ini mengkaji tindak tutur ilokusi dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin yang ditulis oleh Tere Liye. Tindak tutur adalah tindakan yang dilakukan seseorang dalam berbicara. Artinya, ketika berbicara, seseorang tersebut juga melakukan tindakan, misalnya meminta maaf, memberi selamat, menasihati, memerintah, menawarkan sesuatu, atau berjanji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam novel dengan pisau bedah teori Searle. Hal tersebut bertujuan agar para pembaca dapat memahami dan mengilustrasikan suasana yang dibangun dalam cerita melalui interaksi para tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi ujaran yang mengandung tindak tutur ilokusi dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan mengklasifikasikannya ke dalam gologan tindak ilokusi berdasarkan berdasarkan fungsinya menurut teori Searle.
Pengembangan Model Sentuh Kejut Hasil (SKH) dalam Pembelajaran Keterampilan Puisi
Reny Agustina
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 2 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.13 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i2.1157
Melakukan pembelajaran yang berdampak pada siswa merupakan tugas utama seorang pendidik. Seorang pendidik harus mengetahui sejauh mana siswa memahami atau tidak pembelajaran yang diberikan. Sejauh mana siswa menyukai atau tidak materi yang disajikan, dll. Oleh karena itu, pendidik harus selalu mencari dan menggali potensi yang dimiliki peserta didik untuk dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Begitulah yang dilakukan dalam model SKH (Sentuh Kejut Hasil). Model ini merupakan pengembangan dari teori stimulus-respon yang dikembangkan untuk menghasilkan pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi. Model ini juga mencoba melibatkan emosi siswa sehingga emosi tersebut bermanfaat untuk membangun imajinasi dan menuangkannya dalam tulisan puisi. Model ini berhasil dilakukan pada siswa kelas X SMAN 3 Medan yang menggunakan kompetensi dasar yang terdapat pada KTSP 2013. Model ini diharapkan dapat menjadi salah satu inspirasi dalam membelajarkan keterampilan berbahasa Indonesia pada semua tingkatan.
Hubungan Motivasi Belajar terhadap Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia Mahasiswa PGSD Universitas Quality
Gemala Widiarti
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 1 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.986 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i1.1004
Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia, telah menganggu aktivitas manusia di berbagai sektor kehidupan. Seluruh mahasiswa dan dosen diharuskan belajar dan bekerja dari rumah. Pembelajaran dialihkan dari luring menjadi daring. Tentunya, motivasi dan semangat sangat dibutuhkan oleh mahasiswa pada saat keadaan seperti ini supaya kemauan dan hasil belajar tetap stabil. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sifat penelitiannya bersifat korelasi atau hubungan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD semester IV dengan jumlah 89 siswa. Anggota sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar pada pembelajaran daring mahasiswa PGSD Universitas Quality. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga rhitung = 0,712 yang kemudian dibandingkan dengan rtabel product moment dengan derajat kebebasan (dk) = N – 1 =27 – 1 =26, dengan taraf signifikasi 5% diperoleh rtabel sebesar 0,388. Dengan demikian, rhitung > rtabel atau 0,712 > 0,388. Besarnya motivasi belajar yang mempengaruhi hasil belajar pada pembelajaran pembelajaran daring mahasiswa PGSD Universitas Quality adalah 50,72%. Sedangkan 49,28% hasil belajar dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci : Motivasi, belajar Daring
Analisis Penggunaan Multilingual Masyarakat di Lingkungan III Blok C Kelurahan Nelayan Indah
Enny Rahayu;
Pina Anisah
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 2 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.162 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i2.1141
Penelitian ini mengkaji campur kode dalam penggunaan multilingual masyarakat di Lingkungan III Blok C Kelurahan Nelayan Indah dengan kajian sosio-linguistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui campur kode dalam penggunaan multilingual yang digunakan masyarakat di Lingkungan III Blok C Kelurahan Nelayan Indah. Penelitian ini menggunakan teori Suardi yang terdapat 3 jenis campur kode yaitu campur kode ke dalam, campur kode ke luar, campur kode campuran. Data penelitian ini adalah 10 data rekaman dan transkip percakapan masyarakat yang mengandung campur kode dalam penggunaan multilingual yang digunakan masyarakat di Lingkungan III Blok C Kelurahan Nelayan Indah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengamatan Lingkungan, mengumpulkan data rekaman interasksi masyarakat, mentranskrip data rekaman, mengidentifikasikan data yang mengandung campur kode dengan teori Suardi, dan menyimpulkan hasil analisis.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan menggunakan Model CIRC (Coorporative Integrated Reading and Composition) di Kelas IV SD Negeri 112331 Aek Kota Batu
Ainun Nisa Hasibuan;
Riris Nurkholidah Rambe
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 1 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.164 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i1.1000
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman pada pelajaran Bahasa Indonesia sebelum menggunakan model CIRC, 2) untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman pada pelajaran Bahasa Indonesia sesudah menggunakan model CIRC, dan 3) untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat dengan penerapan model CIRC pada pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan beberapa tahapan siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 112331 Aek Kota Batu Labura dengan jumlah 30 siswa yang terdiri dari 17 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan membaca pemahaman siswa sebelum menggunakan model pembelajaran CIRC yaitu 9 siswa yang tuntas atau dengan persentase 30%. 2) Kemampuan membaca pemahaman siswa setelah menggunakan model pembelajaran CIRC, yaitu pada siklus I siswa yang tuntas berjumlah 14 orang dengan persentase 53,33%. Selanjutnya, pada siklus II siswa yang tuntas berjumlah 26 orang dengan persentase 86,66%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan model pembelajaran CIRC telah mencapai tingkat ketuntasan belajar klasikal 86,66% dan dapat dinyatakan tuntas.
Salah Kaprah Dalam Bahasa Indonesia: Tinjauan Morfofonemik
Rina Devianty
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 1 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.477 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i1.1005
Pemakaian kata dalam bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan masih banyak terjadi kesalahan. Kesalahan ini bahkan tidak disadari oleh pengguna bahasa Indonesia. Kesalahan yang terus terjadi dan tanpa disadari si pengguna bahasa ini dikenal dengan istilah salah kaprah. Kata yang yang selama ini sering digunakan ternyata bukan merupakan kata yang baku, khususnya jika dinalisis dari kaidah morfofonemik. Salah kaprah dalam bahasa Indonesia yang terus terjadi tentu saja tidak baik bagi perkembangan bahasa Indonesia. Salah kaprah dalam bahasa Indonesia ini akan dapat dihindari jika pengguna bahasa mau mempelajari kaidah berbahasa
Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja
Riadoh Riadoh
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 1, No 2 (2021): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.251 KB)
|
DOI: 10.30829/eunoia.v1i2.1142
Seiring berkembangnya zaman, banyak perubahan yang terjadi pada penulisan bahasa Indonesia yang sesuai denggan EBI. Hal ini terutama terjadi dikalangan anak remaja yang saat ini semakin sulit mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar misalnya adanya penyingkatan kata, penambahan huruf terhadap kata yang sudah baku, penggunaan huruf, serta pengunaan angka dalam penulisan. Banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa gaul, singkatan- singkatan dalam komunikasinya sehari- hari adalah penyimpangan dari penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan Bahasa Indonesia. Kurangnya kesadaran untuk mencintai dan menggunakan Bahasa Indonesia di negeri sendiri akan berdampak lunturnya atau hilangnya Bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru.