Bisnis fesyen yang semakin berkembang menyebabkan banyaknya limbah sisa produksi di tempat konfeksi. Salah satunya konfeksi milik Simply Outfit yang terletak di kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Limbah yang dihasilkan berupa kain pique sisa produksi Brand Simply Outfit yang belum diolah secara maksimal. Skripsi ini dilatar belakangi oleh hasil observasi dan wawancara yang dilakukan penulis pada konfeksi tersebut. Adanya potensi yang dimiliki limbah kain pique ini, penulis menerapkan teknik surface textile design pada proses pengolahan untuk membuat produk fesyen yang memiliki nilai fungsi, nilai estetika dan nilai ekonominya. Metode yang digunakan penulis adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data mengggunakan studi kepustakaan, studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara, dan eksperimen dengan dua teknik surface textile design yakni teknik slashing dan patchwork yang bertujuan agar pengolahan limbah kain pique menjadi lebih optimal. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan limbah kain pique dapat lebih optimal dengan menggunakan teknik tersebut karena sesuai dengan karakter dan limbah yang diperoleh. Penulis juga memberikan saran bahwa limbah kain pique dapat dioptimalkan dengan menerapkan teknik surface textile design pada pengolahannya untuk memperpanjang umur limbah dan menambah nilai limbah tersebut. Kata kunci: limbah kain pique, upcycle, produk fesyen
Copyrights © 2023