The presence of music in Christianity is not only a gift but an extraordinary divine blessing. Every believer is led to feel God's presence through instrumental and contemporary music tones in his presence in the church. Focusing on reformed church music which tends to use hymn and instrumental music, is self-awareness that every church music has almost the same spiritual level if the goal and focus are God, inseparable from the meaning of the Gospel that will be conveyed. This study uses a qualitative method, in which the author is a sympathizer of the Javanese Christian Church in Celengan, West Tuntang Class, to interpret the congregation's spirituality through church music, which is an integral part of worship and has roots since Christianity arrived from Europe. The form and meaning of church music remain centered on Christ, but Locus prioritizes the culture and traditions of the church. AbstrakKehadiran musik di dalam Kekristenan bukan saja merupakan anugerah melaikan berkat ilahi yang luar biasa. Setiap orang percaya dituntun dalam merasakan hadirat Tuhan melalui nada-nada musik instrumetal dan musik kontemporer dalam keberadaannya di dalam gereja. Memfokuskan diri dalam musik gereja reforms yang lebih cenderung menggunakan musik hymne dan instrumental menjadi sebuah kesadaran sendiri bahwa setiap musik gerejawi memiliki kadar kerohanian yang hampir sama. Tujuan utama kajian ini ialah menemukan makna spiritual di dalam ibadah musik bagi pertumbuhan iman jemaat dan tentu tidak terlepas dari makna Injil yang akan disampaikan di dalam ibadah. Dalam paper ini metode yang diggunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan langsung ke jemaat, guna memaknai spiritualitas jemaat lewat musik gereja yang menjadi bagian penting dalam ibadah dan sudah berakar dari sejak kekristenan masuk dari eropa. Bentuk dan makna musik gereja tetap berpusat kepada Kristus, namun Locus lebih mengutamakan culture dan tradisi gereja berada.
Copyrights © 2023