Bahasa dan masyarakat merupakan dua unsur yang tidak dipisahkan, tidak mungkin ada bahasa tanpa masyarakat dan tidak ada masyarakat tanpa bahasa. Bahasa adalah alat penghubung antara manusia yang satu dengan yang lain. Suatu keinginan atau perasaan baru terwujud jika dinyatakan dengan alat berupa Bahasa. Bahasa dalam penggunaannya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat alamiah, maupun hal-hal yang berkenan dengan kehidupan manusia, yakni alat atau sarana komunikasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi tuturan dalam upacara tu ana sebagai warisan budaya lokal masyarakat Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, yaitu sasaran penelitian dideskripsikan sacara faktual dan alamiah. Metode dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap. Teknik yang diganakan penelitian ini adalah teknik catat, teknik rekam, dan teknik wawancara. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah atau dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Dengan demikian maka penelitian terhadap tuturan dalam upacara tu ana sebagai warisan budaya lokal digolongkan penelitian berpendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk, makna dan fungsi tuturan dalam upacara tu ana pada masyarakat Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende adalah bentuk fonologis, morfologis, makna perintah, makna pengharapan, makna larangan, dan makna kebersamaan, sedangkan fungsinya yaitu Estetika dan informatif.
Copyrights © 2020