Penelitian ini bertujuan untuk memahami mimpi secara benar dan mengetahui implikasinya terhadap pendidikan mental, melalui kajian hadis dan teori Sigmund Freud. Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif berdasarkan studi pustaka (library research). Sedangkan dalam pengolahan data, metode yang digunakan adalah deskriptif analitik. Melalui hasil analisis, mimpi dalam hadis berfokus pada tiga bahasan. Pertama, “al-Ru’yā al-Ṣālihah”, yakni mimpi benar berupa kabar gembira dari Allah Swt. Kedua, “al-Ru’yā al-Shaiṭāniyah”, yakni mimpi buruk, palsu atau batil. Ketiga, “al-Ru’yā al-Nafsiyah”, yaitu mimpi yang muncul dari faktor aktivitas fisik dan pikiran manusia, berupa khayalan dan angan-angan. Sementara dalam teori Freud, mimpi merupakan cara pokok untuk mencapai alam bawah sadar, yang meliputi kompleks, dorongan dan keinginan terpendam yang berkaitan dengan fenomena seksual dan kepribadian manusia. Keinginan yang tidak muncul dan tidak terpuaskan tersebut kemudian mencari kesempatan untuk lepas dari pengawasan dan menunjukkan dirinya dalam mimpi. Adapun implikasi mimpi terhadap pendidikan mental melalui interpretasi hadis dan teori Freud adalah: Pertama, Implikasi Positif, yaitu mimpi berimplikasi terhadap pendidikan mental karena mimpi berfungsi sebagai media untuk pencapaian harapan dan keinginan yang terpendam, sebagai petunjuk, inspirasi, teguran, janji, ancaman dan peringatan. Kedua, Implikasi negatif, yaitu mimpi akan membuat ketakutan dan kekacauan mental dan pikiran jika yang dialaminya adalah mimpi buruk.
Copyrights © 2023