JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
Vol 5, No 2: Januari 2023

Predestinasi dan Reprobasi dalam Analogi Lalang di antara Gandum: Kajian Naratif Matius 13:24-30; 36-43

Sugihyono Sugihyono (Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2023

Abstract

This paper aims to examine bdemonically the parable of the tares between the wheat in Matthew 13:24-30 and 36-43 in response to the problems of Calvin's doctrine of predestination and reprobation that have been in opposition. Using a qualitative approach with a literature study method through the source of books and literature correlates with this research problem. The author also uses the principles of hermeneutics to interpret the biblical text from the original language. From this research, it can be concluded that by connecting the parable of the tares among the wheat in Matthew 13:24-30 and 36-43 with the concepts of predestination and reprobation, the answer to the problem of predestination and reprobation is obtained, namely: God's basis for choosing who will be saved is by seed. Whether the man is the seed of wheat (His children), or the seed of tares (the children of the devil). If it is His son, he will be saved. Likewise, if God allows or ordains a person to hell, this is because that person is the seed of the evil one, and indeed the place worthy of him is in hell. AbstrakTulisan ini bertujuan mengkaji secara biblis perumpamaan lalang di antara gandum dalam Matius 13:24-30 dan 36-43  sebagai jawaban atas persoalan-persoalan doktrin predestinasi dan reprobasi Calvin yang selama ini menjadi pertentangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui sumber buku-buku dan literatur yang berkorelasi dengan masalahpenelitianini. Penulis juga menggunakan prinsip-prinsip hermeneutika untuk menafsirkan teks Alkitab dari bahasa aslinya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menghubungkan perumpamaan lalang di antara gandum dalam Matius 13:24-30 dan 36-43 dengan konsep predestinasi dan reprobasi, maka didapatkan jawaban atas persoalan predestinasi dan reprobasi, yaitu: Dasar Allah memilih siapa saja yang akan selamat adalah berdasarkan benih. Apakah orang itu adalah benih gandum (anak-anak-Nya), ataukah benih lalang (anak-anak iblis). Bila anak-Nya, maka ia akan diselamatkan. Demikian juga sebaliknya, bila Allah membiarkan atau menetapkan seseorang masuk neraka, hal ini adalah karena orang itu merupakan benih dari si jahat, dan memang tempat yang layak baginya adalah di neraka. 

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

graciadeo

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal Teologi Gracia Deo merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2655-6863 (online), ISSN: 2655-6871(print), diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta. Focus dan Scope dalam ...