Dialek merupakan seperangkat bentuk ujaran setempat yang berbeda-beda, yang memiliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya dibandingkan dengan bentuk ujaran lain dari bahasa yang sama. Berdasarkan fenomena ini, variabel yang digunakan, yakni variabel pendidikan dan variabel usia. Akan tetapi, pendeskripsian perbedaan unsur kebahasaan Jawa di wilayah Surabaya Barat dibatasi pada kajian leksikal dan peta. Pelaksanaan penelitian langsung mewawancarai responden dan menyimak berian informan dengan mencatat dan merekam mengajukan daftar pertanyaan berjumlah 200 glos kosakata Swadesh. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, bentuk leksikal dan peta bahasa Jawa khususnya di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep. Setelah dilakukan penelitian, data yang diperoleh berupa beda leksikal, yakni lima belas kata. Dengan demikian, pengajian variasi ini dilakukan pemetaan untuk melihat variasi yang muncul di tiap tempat dalam satu Keluruhan yang diamati. Pemetaan ini dapat dilakukan dengan metode berkas isoglos. Peta yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk penyuluhan pendidikan sosial, dan dapat pula untuk melokalisasi konsep budaya tertentu yang tercermin dari kosa kata.
Copyrights © 2015