Persoalan portofolio at risk (PAR) telah menjadi hal yang sangat urgen di dalam Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) di Wilayah Puskopdit Flores Mandiri. Hal ini terjadi karena mayoritas koperasi kredit (kopdit) tingkat primer telah mengalami tingkat PAR yang melampaui 10%. Hal ini menunjukkan bahwa kopdit-kopdit primer sedang berada dalam kondisi keuangan yang tidak sehat. Kopdit Serviam Bhakti Mandiri (Kopdit SBM) yang merupakan salah satu anggota kopdit primer di wilayah Puskopdit Flores Mandiri, pernah mencapai tingkat PAR hanya sebesar 3% di antara kopdit-kopdit primer. Dengan kondisi ini maka Kopdit Serviam Bhakti Mandiri pernah menjadi Kopdit Primer urutan pertama dalam kategori PAR terkecil. Kondisi ini pada akhirnya berubah sampai dengan akhir tahun 2021, di mana tingkat PAR pada Kopdit Serviam Bhakti Mandiri telah mencapai angka 13%. Tulisan ini hendak mendeskripsikan upaya pemberdayaan anggota Kopdit Serviam yang mengalami wanprestasi melalui kegiatan pelatihan cerdas keuangan. Pelatihan ini dimaksudkan agar anggota yang mengalami wanprestasi memiliki kesadaran baru dalam mengelola keuangan mereka sehingga dapat mengatasi tingkat PAR yang dialami. Kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan. Hasil dari kegiatan ini adalah 100% anggota yang mengikuti pelatihan telah kembali mencicil pinjamannya dan menabung secara teratur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan cerdas keuangan telah membawa manfaat terhadap penurunan tingkat PAR.
Copyrights © 2023