Resiko bunuh diri dikalangan remaja dipengaruhi oleh faktor resiko seperti depresi, ansietas, stress, dan keputusasaan dan protektif (kepuasan hidup, makna hidup, koping adaptif, konsep diri dan dukungan sosial). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui analisis faktor resiko dan faktor protektif resiko bunuh diri pada remaja. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 498 remaja yang masih menjalani pendidikan tingkat SMA/SMK di Kabupaten Kerinci dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah DASS-Y, BHS, SWLS, MLQ, A-COPE, TSCS, MSP, dan ERQ serta SSI. Data dianalisis menggunakan SPSS untuk menganlisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh remaja memiliki resiko bunuh diri yang rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor resiko (Depresi,Ansietas,Stres dan keputusasaan) dengan resiko bunuh diri diperoleh nilai P Values < 0,05 sebesar (0,001) berbeda dengan faktor protektif (kepuasan hidup, makna hidup, koping adaptif, konsep diri dan dukungan sosial) nilai P Values sebesar (0,633) tidak ada hubungan yang signifikan dengan resiko bunuh diri pada remaja. Saran bagi pihak sekolah untuk dapat bekerja sama dengan lintas sektoral seperti pemerintah kacamatan dan puskesmas dalam meningkatkan pelayanan keperawatan jiwa di komunitas melalui pengaktifan UKSJ serta mengembangkan keterampilan regulasi emosi yang sehat guna meminimalkan risiko ide bunuh diri.
Copyrights © 2023