Lembaran Antropologi
Vol 2 No 1 (2023)

Bersiasat dalam Kerentanan: Pekerja Kreatif di Masa COVID-19

Handitya, Eliesta (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2023

Abstract

Dalam satu dekade terakhir, pekerja kreatif dipandang sebagai katalisator perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Industri berbasis kreatif terbukti lebih tahan banting dibandingkan sektor lainnya di era pandemi COVID-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2017), ekonomi kreatif menyumbang 7,38% terhadap produk domestik bruto nasional dan 3,1% terhadap dunia (UNESCO 2022 dalam UNCTAD 2022). Meskipun ekonomi kreatif dianggap sebagai penopang ekonomi Indonesia di masa depan, diskusi seputar hak-hak pekerja, keamanan kerja, dan perlindungan hukum masih belum signifikan. Terlebih lagi, pandemi meningkatkan kerentanan dan eksploitasi di kalangan pekerja kreatif, bersembunyi di balik narasi fleksibilitas yang menempatkan pekerja kreatif sebagai pekerja jangka pendek, sehingga mereka tidak memiliki pendapatan dan keamanan yang stabil. Situasi ini terjadi karena kebijakan ekonomi kreatif yang berfokus pada produk dan jasa sebagai output, bukan pada pekerjanya. Penelitian ini mencoba memahami relasi ekonomi, sosial, dan budaya yang menciptakan subjektivitas pekerja kreatif di Bandung dan Yogyakarta dalam memahami makna fleksibilitas di tengah eksploitasi terselubung yang mereka alami, terutama di masa COVID-19. Penelitian ini juga mencoba memahami bagaimana pekerja kreatif di Bandung dan Yogyakarta memahami makna fleksibilitas di tengah eksploitasi terselubung yang mereka alami, terutama di masa COVID-19.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

LA

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Lembaran Anthropologi aims to promote academic discourses and anthropological analysis on the study of human relations, cultures, and societies in both Global North and Global South. This journal holds the core values of the Department of Anthropology, Universitas Gadjah Mada in advancing ...