Pendahuluan : PPOK dicirikan keterbatasan aliran udara tidak pulih sepenuhnya, dikaitkan inflamasi paru abnormal terhadap gas berbahaya, menyebabkan penyempitan jalan nafas, hipersekresi mucus. PPOK dikendalikan mengubah gaya hidup, pemberian bronkodilator, dan terapi nonfarmakologi batuk efektif. Riskesdas 2018 PPOK di Indonesia laki-laki (4,2%) perempuan (3,3%). Metode : pengumpulan data dengan wawancara dan observasi sebelum dan sesudah pemberian batuk efektif 3x sehari selama 3 hari 24 Mei 2022 – 26 Mei 2022. Hasil : hari pertama batuk efektif sebelum, dahak tidak keluar dan setelah dahak tidak keluar. Hari kedua batuk efektif sebelum, dahak keluar 3ml dan setelah dahak keluar 10ml. Hari ketiga batuk efektif sebelum, dahak keluar 10ml dan setelah dahak keluar 38ml. Hasil rata-rata pengeluaran sputum 17,6ml. Kesimpulan : Teknik batuk efektif mampu membantu terapi farmakologi dalam meningkatkan pengeluaran jumlah sputum pada pasien PPOK. Saran : Sebagai bahan rujukan untuk membantu pengobatan farmakologi dalam meningkatkan pengeluaran sputum yang ada disaluran pernafasan pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Copyrights © 2023