Salah satu tanaman obat tradisional yang diyakini efeknya sebagai anti ulkus adalah Pegagan (Centella asiatica), ekstrak pegagan diduga memproteksi mukosa lambung yang terpapar etanol dengan meningkatkan integritas garis pertahanan mukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pegagan pada ketahanan mukosa lambung (gastroprotektif) tikus yang mengalami stres immobilisasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo, dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan tikus wistar jantan dengan 6 ulangan. Kelompok I adalah kelompok kontrol diet normal, kelompok II kelompok kontrol diet normal dicampur pegagan 1 g/bb hari, kelompok III adalah kelompok kontrol tikus yang mengalami stres immobilisasi tanpa pemberian pegagan sebelumnya, Kelompok IV dan V adalah kelompok yang sebelumnya mendapat diet pegagan selama 3 hari sebelum stres immobilisasi dengan konsentrasi pegagan 0,5 g/ bb hari dan 1,0 g/bb hari. Setelah 2 hari perlakuan stress immobilisasi diukur baik secara makroskopik parameter luas ulkus dan skor perdarahan dan secara mikroskopik untuk parameter edema, infiltrasi leukosit, dan nekrosis jaringan lambung tikus. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa luas ulkus dan skoring perdarahan kelompok I, II, III, terdapat perbedaan yang bemakna dan dibuktikan secara mikroskopik untuk parameter edema, infiltrasi leukosit dan nekrosis juga terdapat perbedaan yang bermakna. Adapun untuk kelompok III, IV dan V pada semua parameter uji tidak ada perbedaan yang bermakna.
Copyrights © 2011