Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek analgetik ekstrak Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter menggunakan metode Witkin et al. Metode ini dilakukan dengan melihat efek penghilangan rasa sakit setelah pemberian asam asetat secara intraperitoneal kepada tikus jantan galur swiss. Efek rasa sakit yang ditimbulkan akibat pemberian asam asetat akan menyebabkan kontraksi dinding sel perut, sampai kepala, kaki yang tertarik ke belakang dan perut yang menyentuh dasar kandang. Simptom ini dinamakan writhing reflex dan dapat dieliminasi dengan analgetik. Analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah writhing reflex (geliat) setelah pemberian ekstrak dengan  asetosal sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Efek geliat dihitung 30 setelah pemberian asam asetat dengan injeksi intraperioneal. Efek ekstrak Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter antara dosis 15, 30 dan 60 mg/kg BB memberikan perbedaan yang signifikan ( P<0.05). Semakin tinggi dosis, semakin tinggi efek yang diberikan. Jumlah geliat pada dosis 30 mg/kg BB tidak berbeda dengan pemberian  asetosal sedangkan dosis 15 dan 60 kg/kgBB berbeda dengan  asetosal. Pemberian dosis 15 mg/kg BB memberikan jumlah geliat yang lebih besar sedangkan pemberian 60 mg/kg BB memberiakn jumlah geliat yang lebih kecil dari  asetosal. Dari perhitungan presentasi proteksi, terdapat perbedaan antar kelompok tetapi dosis 30 dan 60 mg/kgBB tidak berbeda dengan  asetosal. Analisis presentasi efektifitas menujukkan perbedaan antar kelompok kecuali dosis 30 mg/kgBB dengan  asetosal. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa efek analgesik ekstrak Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter bermula pada dosis 30 mg/kgBB yang setara dengan  asetosal. Semakin tinggi dosis, semakin tinggi aktivitasnya dan pemberian ekstrak 60 mg/kgBB memberiak efek lebih besar dari  asetosal.
Copyrights © 2011