Tari Seudati Inong yang berkembang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh dahulunya dikenal sebagai tarian yang dimainkan oleh kaum pria disebut dengan Seudati. Tari Seudati Inong ini diadopsi dari tari Seudati yang berasal dari Pidie yang kemudian dikembangkan dan diajarkan di Desa Cum Cum Aceh Besar. Pengembangan tari Seudati Inong didasarkan pada penggambaran identitas masyarakat Aceh dengan menghadirkan konsep baru yang menjadikan penari dari kaum perempuan/inong dalam pertunjukannya. Pada bentuk penyajiannya, tari Seudati Inong menampilkan gerakan tari yang energik sebagai wujud penggambaran semangat kaum perempuan Aceh dengan iringan syair dan musik internal dari tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tahapan yang terdiri dari (1) Studi Pustaka; (2) Observasi; (3) Wawancara; dan (4) Dokumentasi. Bentuk penyajian koreografi diidentifikasi dan dianalisis dalam tiga dimensi yaitu dari isi; bentuk; dan teknik tari. Ketiga dimensi tersebut kemudian diidentifikasi sebagai fokus dari penelitian ini terkait bentuk penyajian yang diciptakan oleh koreografer. Dari dimensi isi, Gerak tari Seudati Inong dilihat dari isi terbagi menjadi lima bagian Saleum Aneuk/Saleum Syahi, Saleum Rakan, Likok, Saman, dan lani. Sedangkan dari dimensi bentuk dapat dilihat dari tata rias dan busana, iringan musik, dan tempat pertunjukan. Dari dimensi teknik memiliki gerakan yang cepat dan energik.
Copyrights © 2023