Manusia adalah makhluk yang memiliki aspek aktual dan aspek ruh (nafs). Manusia lebih tinggi dari malaikat karena aspek jiwa ini, tetapi mereka juga bisa lebih rendah dari hewan. Untuk menjadi makhluk yang mulia, jiwa (nafs) manusia ini harus dibersihkan. Dalam tasawuf, proses penyucian jiwa disebut tazkiyah al-nafs. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka yang dilanjutkan dengan analisis isi. Konsekuensi dari pemeriksaan ini adalah strategi tazkiyah al-nafs yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu (1) membersihkan ruh dari sifat-sifat gaib (takhalli), (2) menghiasi ruh dengan sifat-sifat tahalli yang sangat baik dan (3) membuka kain kafan kepada Allah SWT, karena keadaan jiwa seperti sekarang ini tidak tercemar (tajalli). Kemudian, tazkiyah al-nafs berimplikasi pada pendidikan Islam, yaitu diperlukan proses pemurnian jiwa (tazkiyah al-nafs) untuk menumbuhkan keimanan, keyakinan, dan akhlak mulia pada individu. Jiwa para santri ini akan lebih mudah menerima, memahami dan mengamalkan ajaran Islam jika jiwanya bersih, suci dan sehat. Mereka juga akan lebih mudah menerima bimbingan dari para pendidik untuk mencapai cita-citanya sebagai abdullah dan khalifatullah.
Copyrights © 2023