Ira Suryani
BKPI FITK Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PESERTA DIDIK DAN TAZKIYAH Muhammad Syahda Aldi; Dymas Adietya Asyham; Bima Andi Kesuma; Ira Suryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1105

Abstract

Manusia adalah makhluk yang memiliki aspek aktual dan aspek ruh (nafs). Manusia lebih tinggi dari malaikat karena aspek jiwa ini, tetapi mereka juga bisa lebih rendah dari hewan. Untuk menjadi makhluk yang mulia, jiwa (nafs) manusia ini harus dibersihkan. Dalam tasawuf, proses penyucian jiwa disebut tazkiyah al-nafs. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka yang dilanjutkan dengan analisis isi. Konsekuensi dari pemeriksaan ini adalah strategi tazkiyah al-nafs yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu (1) membersihkan ruh dari sifat-sifat gaib (takhalli), (2) menghiasi ruh dengan sifat-sifat tahalli yang sangat baik dan (3) membuka kain kafan kepada Allah SWT, karena keadaan jiwa seperti sekarang ini tidak tercemar (tajalli). Kemudian, tazkiyah al-nafs berimplikasi pada pendidikan Islam, yaitu diperlukan proses pemurnian jiwa (tazkiyah al-nafs) untuk menumbuhkan keimanan, keyakinan, dan akhlak mulia pada individu. Jiwa para santri ini akan lebih mudah menerima, memahami dan mengamalkan ajaran Islam jika jiwanya bersih, suci dan sehat. Mereka juga akan lebih mudah menerima bimbingan dari para pendidik untuk mencapai cita-citanya sebagai abdullah dan khalifatullah.
DASAR TEOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM Rebeca Rebeca; Rizky Rindi Adelia; Amira Mufidah Harahap; Syifa Nurahma Saragih; Ira Suryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1103

Abstract

Istilah "teologi" mengacu pada metode tertentu dalam mengkonseptualisasikan ajaran agama dan ajaran secara keseluruhan. Itu dikembangkan untuk tujuan memahami perilaku manusia secara umum, tetapi juga mencakup perilaku manusia pada khususnya, perilaku manusia pada khususnya, perilaku manusia pada khususnya, dan perilaku manusia pada umumnya. Jika dilihat dalam konteks Islam, bahasa filsafat cenderung lebih lamban dan rancu jika dibandingkan dengan terminologi Islam; akibatnya, setiap teori filosofis yang dibahas adalah salah satu yang berakar pada Islam. Dalam konteks teori pendidikan, tidak menutup kemungkinan siswa akan belajar tentang pendidikan atau akan belajar tentang pendidikan dari aliran-aliran mutakallimin. Kajian tersebut merupakan interaksi tunggal, yaitu proses berinteraksi dengan orang lain melalui bahasa. Ia adalah eksposisi dimana dan dengan itu manusia mengembangkan dan menciptakan keterampilan yang diperlukan untuk mengubah dan memperbaiki kondisi umat manusia dan lingkungannya, demikian pula pembentukan sikap yang membimbing-usahanya membina kembali sifat kemanusiaan dan jasmaninya. Sistem pendidikan Islam dikenal dengan At-Tarbiyahi (Pendidikan), dan kurikulumnya berbasis Ar-Riyadhah (Latihan). Latihan yang disebutkan di atas sebanding dengan latihan jasmani dan rohani. Tujuan pendidikan Islam adalah memuridkan Allah yang bersifat taqwa, dan memuridkan duniawi dan ukhrawi.