IPv6 merupakan Internet Protocol (IP) dalam beberapa tahun kedepan akan menggantikan posisi IPv4 dikarenakan ketersediaan kapasitas dari alamat IPv4 yang hampir habis seiring dengan banyaknya pengguna gadget serta teknologi berbasis IP lainnya. Dibandingkan dengan IPv4, IPv6 jauh lebih baik dari segi kapasitasnya yang sangat besar, sekuritas, dan dari segi mobilitasnya. Maka akan terjadi evolusi dari IPv4 ke IPv6 secara signifikan dengan kondisi awal IPv4 yang menjadi mayoritas dibandingkan dengan protokol IPv6, sedangkan dalam perkembangan berikutnya IPv6 yang akan menjadi lebih dominan untuk dipakai secara umum di dunia. Pemesanan IP saat ini dapat dilakukan oleh sebuah lembaga IANA (Internet Assigned Numbers Authority) yang ditentukan berdasarkan wilayah. Dalam pengimplementasian terhadap layanan ISP (Internet Service Provider) melalui jaringan yang berbeda versi IP dengan client dan server serta menggunakan mekanisme tunneling dan dual stack. Dalam evolusi inilah teknik konversi dari IPv4 ke IPv6 sangat dibutuhkan serta membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Arsitektur ISP memungkinkan pengguna untuk menggunakan tunneling sangat diperlukan dan mekanisme terjemahan di bawah entitas keputusan yang mengidentifikasi kebutuhan paket. Kesimpulannya implementasi dengan menggunakan mekanisme 6in4 / 6to4 untuk melakukan tunneling dengan dukungan dari tunnel broker online dengan Hurricane Electronics dan mekanisme terjemahan NAT64 / DNS64. Hal ini merupakan Arsitektur ISP terbaru untuk antar koneksi di jaringan hybrid
Copyrights © 2017