Proses penilaian merupakan aspek penting dalam pembelajaran. Penilaian harus dilakukan secara benar agar dapat mengukur kemampuan peserta didik. Pada soal-soal yang digunakan untuk ujian pada program Studi Teknik Informatika Politeknik Kediri belum dilakukan pengklasifikasian soal berdasar tingkat kesulitannya. Sehingga pada proses penilaian tidak didasarkan atas pemberian soal-soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Pada tahun 1995, Benjamin Bloom telah memperkenalkan adanya proses pengklasifikasian soal berdasarkan tingkat kesulitannya, metode tersebut dinamakan Taksonomi Bloom. Proses pengklasifikasian soal sesuai level pada taksonomi bloom tidaklah mudah jika dilakukan secara manual. Proses otomatisasi klasifikasi perlu dilakukan ketika akan melakukan klasifikasi soal dalam jumlah yang banyak, misalkan pada proses pengklasifikasian soal pada bank soal. Otomatisasi dilakukan selain untuk mempersingkat waktu juga untuk mengurangi tendensi dari ahli pada pengklasifikasian soal. Proses klasifikasi dilakukan dengan pengidentifikasian fitur leksikal dan sintaktik sebagai proses ekstraksi fitur, kemudian hasil ekstraksi fitur diklasifikasikan menggunakan algoritma SVM. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat melakukan pengklasifikasian sejumlah soal berdasarkan taksonomi bloom menggunakan algoritma SVM. Aplikasi ini memiliki akurasi klasifikasi soal sebesar 86%.
Copyrights © 2017