Salah satu cara membangun digital library adalah pengembangan menggunakan Free open source (FOS) digital library software yang banyak beredar dan gratis digunakan siapapun. Dari banyaknya FOS yang tersedia, pengembang digital library perlu menentukan FOS yang tepat digunakan untuk mengembangkan digital library berdasarkan kriteria yang dibutuhkan dan kehandalan FOS. Salah satu cara untuk membantu pengambilan keputusan bisa digunakan model MADM menggunakan metode AHP maupun metode TOPSIS. Pada penelitian ini menerapkan analisis perbandingan dua metode yaitu metode AHP dan metode TOPSIS dengan pengujian dan analisis perhitungan secara manual yang digunakan untuk menentukan 4 Free open source (FOS) digital library software yaitu GDL (Ganesha Digital Library), Inlislite dan Senayan, yang sesuai dengan kebutuhan dan handal untuk membangun digital library pada Universitas Janabadra (UJB) Hasil yang diperoleh pada perangkingan dengan dua metode, FOS Senayan berada pada prioritas pertama untuk dipilih dan hasil perbandingan Metode AHP 99,99724875 dan metode TOPSIS 99,9946825, metode AHP lebih relevan digunakan dibanding TOPSIS dengan tingkat kesesuaian lebih tinggi .
Copyrights © 2017