Proses penyambungan logam atau plat ataupun bahan lain dapat dilakukan dengan proses pengelasan busur listrik dangan spesimen yang memiliki ketebalan 5 mm. Selanjutnya dilakukan uji tarik menggunakan spesimen sesuai standar ASTM E8, serta dilakukan uji distorsi untuk masing-masing spesimen. Desain eksperimen menggunakan metode Taguchi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimal dapat dipilih dengan semua level faktor yang mempunyai presentase respon lebih besar lebih baik untuk kekuatan. Menurut peringkatnya kondisi optimal yang baik pada kekauatan adalah faktor A kuat arus pada level 2 yaitu 65 ampere, faktor C merek elektroda pada level 2 menggunakan merek elektroda RB, sedangkan faktor B pendingin pada level 2 menggunakan pendingin jenis air. Sedangkan dari hasil distorsi sudut menunjukan kondisi optimal mempunyai karakteristik kualitas semakin kecil semakin baik. Menurut peringkat kondisi optimal pada distorsi sudut ditunjukan pada faktor B pendingin dengan level 2 menggunakan pendingin udara, faktor C merek elektroda menggunakan elektroda merek RB, dan faktor A kuat arus level 2 menggunakan 65 ampere. Hasil perhitungan uji ANOVA menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut yaitu kuat arus, pendingin dan merek elektroda tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik dan distorsi.
Copyrights © 2018