Salah satu cara mengembangkan sistem informasi akademik menggunakan aplikasi Free Open Source (FOS) yang banyak beredar. Pengembang sistem informasi akademik perlu menentukan FOS yang tepat digunakan untuk mengembangkan sistem informasi akademik berdasarkan kriteria yang dibutuhkan dan kehandalan FOS. Salah satu cara untuk membantu pengambilan keputusan bisa digunakan model MADM menggunakan metode AHP serta TOPSIS. Pada penelitian ini menerapkan analisis perbandingan dua metode, yaitu metode AHP serta TOPSIS dengan pengujian analisis perhitungan yang digunakan untuk membandingkan tiga aplikasi FOS sistem informasi akademik, yaitu Sistem Informasi Akademik Kampus (Siakad), Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sikadu), serta SISFOKOL untuk mengembangkan sistem informasi akademik pada Jurusan Teknik Informatika Universitas Janabadra. Hasil yang diperoleh pada perangkingan dengan dua metode, FOS, Siakad berada pada prioritas pertama untuk dipilih dan hasil perbandingan Metode AHP 99,99724875 serta metode TOPSIS 99,9946825, metode AHP lebih relevan digunakan dibanding TOPSIS dengan tingkat kesesuaian lebih tinggi.
Copyrights © 2018