Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan serat sabut kelapa tanpa perlakuan, perlakuan NaOH, dan perlakuan asap cair terhadap kekuatan tarik dan kekuatan impak komposit berpenguat serat sabuk kelapa. Metode yang digunakan adalah preparasi serat, tanpa perlakuan (WT), serat dengan perlakuan asap cair (TLS), dan perlakuan NaOH (TNaOH). Setelah itu dilakukan uji tarik dan uji impak komposit dengan bahan pengisi sabut kelapa untuk tiga variasi (WT), TLS, dan TNaOH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variasi diperoleh kekuatan rata-rata serat WT sebesar 31.700 MPa, serat TNaOH sebesar 48.125 MPa, dan serat dengan TLS sebesar 33.700 MPa. Sedangkan nilai rata-rata uji impak komposit serat WT 0,204 KJ/m², TNaOH 0,236 KJ/m², dan TLS meningkat 0,432 KJ/m². Hasil ini menunjukkan bahwa uji tarik komposit TNaOH memiliki kekuatan rata-rata yang lebih baik daripada WT dan TLS, sedangkan uji impak menunjukkan bahwa TLS memiliki kekuatan impak rata-rata yang lebih baik dari perlakuan TNaOH dan WT.
Copyrights © 2022