Kerupuk adalah salah satu pelengkap makanan favorit di Indonesia selain sambal. Untuk meningkatkan tekstur padat, menjaga kerenyahan, dan meningkatkan daya simpan kerupuk, produsen kerupuk seringkali menggunakan boraks. Padahal boraks dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dinyatakan sebagai bahan berbahaya dan beracun, dan dilarang untuk digunakan dalam pembuatan makanan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada sampel kerupuk yang beredar di Kecamatan Gunungpati Semarang menggunakan ekstrak bunga telang. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan melihat perubahan warna larutan. Hasil uji menunjukkan jika semua sampel kerupuk positif mengandung boraks yang ditunjukkan adanya perubahan larutan bunga telang dan sampel yang awalnya berwarna biru menjadi hijau. Hal ini menandakan bahwa kerupuk tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena boraks bersifat toksik bagi tubuh sehingga akan menimbulkan efek negatif seperti muntah, diare, pusing, kerusakan organ tubuh, bahkan mengakibatkan kematian.
Copyrights © 2023