Persediaan adalah barang yang dimiliki perusahaan yang diperoleh dari pembelian atau hasil produksi sendiri yang bertujuan untuk dijual kembali kepada konsumen. Beberapa cara dapat diterapkan dalam meningkatkan kemajuan suatu perusahaan. salah satunya dengan dengan menggunakan metode Just In Time (JIT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode Economic Order Quantity, Just In Time dan Continuous Review dalam memaksimalkan biaya produksi suatu bahan baku untuk mencari tingkat persediaan yang optimum. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan just in time dan continuous review, harus dilakukan uji normalitas berupa uji lilliefors, kemudian dilakukan perbandingan pemesanan dalam setahun dimana dalam kasus ini peneliti menerapkan perusahaan melakukan pemesanan bahan baku optimal. Berdasarkan perhitungan diperoleh frekuensi pemesanan optimal dari aktual perusahaan dalam 12 kali pemesanan dalam satu tahun dengan jumlah pemesanan 600 sheets, dapat diterapkan 3 kali pemesanan dalam satu tahun dengan jumlah pemesanan 825 sheets menggunakan metode EOQ, atau 2 kali pemesanan dalam satu tahun dengan jumlah pesanan 1.429 sheets menggunakan metode JIT dan atau metode Continuous Review untuk ukuran pemesanan untuk film 4”x10” 825 sheets dengan batas pemesanan kembali 26 sheets dan untuk ukuran pemesanan film 4”x15” 810 sheets dengan batas pemesanan kembali 23 sheets.. Dengan hasil perhitungan Total biaya persediaan optimal yang dilakukan perusahaan selama satu tahun sebesar Rp5.826.250 saat menggunakan metode EOQ adalah sebesar penghematan dengan EOQ sebesar Rp3.089.172, penghematan dengan metode JIT sebesar Rp3.889.172, dan penghematan dengan metode Continuous Review sebesar Rp2.761.478. Berdasarkan analisis perhitungan tersebut metode Just In Time dapat memaksimalkan biaya produksi lebih baik dari pada metode EOQ dan Continuous Review.
Copyrights © 2023