Pemberdayaan perempuan adalah hal yang sangat penting untuk memberdayakan kaum perempuan dalam pembangunan. Isu ini mejadi penting ketika perempuan kedudukan perempuan dalam kehidupan sosial budaya dipandang sebelah mata. Dampaknya adalah perempuan tidak mampu memimpin atau mengelola sebuah program ketika kepada mereka dilimpahkan tanggung jawab dalam hidup berkelompok dan berorganisasi. Hal seperti ini terjadi pada kelompok PKK dan Posyandu di Desa Kelisamba, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, NTT. Setelah terjun ke dalam kelompok PKK dan Posyandu, para anggota yang adalah para perempuan tidak mampu menjalankan organisasi tersebut dan bahkan tidak bisa merencanakan program dan melaksanakannya. Kondisi ini mendorong tim pengabdian masyarakat STPM St. Ursula melakukan fasilitasi pemberdayaan perempuan di kelompok tersebut melalui penguatan kapasitas kepemimpinan dan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi), dan pelatihan pengelolaan program. Kegiatan ini dlakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepemimpinan, pemahaman akan Tupoksi, serta menumbuhkembangkan keterampilan pengelolaan program. Kegiatan yang berlangsung selama 1 minggu ini menyimpulkan bahwa fasilitasi pemberdayaan kaum perempuan sangat penting dalam memperkuat posisi perempuan dalam pembangunan. Selain itu, melalui kegiatan tersebut, PKK dan Posyandu kembali berfungsi sebagai lembaga pemberdayaan perempuan melalui optimalisasi perencanaan program, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi.
Copyrights © 2023