Hasil pengamatan pada kelas V SDN 15 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo pada pembelajaran IPA materi Sistem Pencernaan, yang mana jumlah peserta didik adalah 29 orang ,dari 29 orang tersebut 9 peserta didik atau 40 % sudah mencapai Kriteria ketuntasan minimal (KKM), sisanya 20 peserta didik atau 60 % masih belum memenuhi KKM. Dalam hal ini ada beberapa penyebab di antaranya adalah pendidik yang kurang menguasai kelas, kurangnya pemahaman karakteristik peserta didik dan model pembelajaran yang kurang inovatif dan variatif. Langkah – langkah pelaksanaan penelitian menurut Kemmis dan MCT Taggart terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Hasil penelitian tentang Penerapan model pembelajaran RADEC Di SDN 15 Limboto Barat kabupaten Gorontalo, pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan Hasil Belajar peserta didik, penelitian ini di laksanakan sebanyak 2 sklus. Pada siklus I terdapat 3 kali pertemuan dan siklus II terdapat 2 kali pertemuan. Hal ini di ketahui pada beberapa hal berikut ini yaitu hasil belajar peserta didik pada saat observasi awal mencapai 32% dengan kategori kurang baik, hasil belajar peserta didik pada saat siklus I mencapai 62%, hal ini termasuk kategori baik, pada saat pertemuan pada siklus II, hasil belajar peserta didik meningkat sebesar 92% dengan kategori sangat baik. Hasil pembelajaran dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 27 %. Penerapan model pembelajaran RADEC dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA kelas V SDN 15 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo.
Copyrights © 2023