Latar belakang studi ini adalah adanya perilaku perundungan di SMA Negeri. Tujuan penelitian adalah menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan klasikal terhadap perilaku perundungan di sekolah menengah atas. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian evaluasi. Komponen konteks yang terdiri dari empat indikator yaitu asesmen kebutuhan, tugas perkembangan, tujuan program serta rancangan program dikatakan masih belum sesuai dengan kriteria, karena tidak berdasarkan asesmen kebutuhan. Pada komponen input, yang terdiri dari tujuh indikator yaitu rasio guru BK, kualifikasi guru BK, sarana dan prasarana, metode, materi, media dan anggaran masih ada yang belum sesuai dengan kriteria karena strategi yang dirancang belum dapat memenuhi kebutuhan siswa dan harapan lingkungan dalam mencapai tugas perkembangannya.
Copyrights © 2020