Ruang gerak industri rokok di Indonesia makin dibatasi oleh pemerintah dengan kenaikan cukai disamping persaingan yang ketat untuk dapat bertahan pada masa-masa krisis. Penelitian ini mengunakan deskripsi analisis PESTLE, Porter 5 Forces, dan SWOT Matrix karena industri rokok di Indonesia mengalami tantangan yang besar dari regulasi dan kebijakaan pemerintah, kampanye anti tembakau, serta perubahan pada perilaku konsumen. Berdasarkan analisa PESTLE, Porter 5 Forces, dan SWOT Matrix, PT. HM Sampoerna Tbk. memiliki kekuatan pada pertumbuhan pasar rokok yang ada di pasar Indonesia, memiliki aset dan kompetensi yang unik sehingga mampu bertahan dalam persaingan, memperoleh keuntungan dan terus meningkatkan efisiensi serta inovasi produk. Perusahaan memiliki kelemahan yaitu peraturan mengurangi tingkat konsumsi rokok konvensional dan kenaikan cukai yang terus dilakukan pemerintah untuk menutupi biaya kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2023