Minyak goreng yang digunakan berulang-ulang disebut sebagai minyak jelantah, mengandung logam yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan dapat merusak lingkungan. Salah satu logam tersebut adalah Cu (tembaga). Adsorpsi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menangani masalah tersebut. Daun nanas (Ananas comosus) mengandung selulosa yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai adsorben untuk mengikat atau menyerap logam Cu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan daya serap daun nanas dan mengetahui pengaruh waktu kontak terhadap jumlah ion logam (Cu) yang terserap pada minyak jelantah. Penelitian ini dimulai dengan mengaktivasi daun nanas dengan NaOH 2%, setelah itu daun nanas dikontakkan dengan minyak jelantah dengan variasi waktu kontak (10, 20, 30, dan 40) menit sehingga terjadi proses adsorpsi, selanjutnya sampel tersebut dianalisis menggunakan alat AAS. Hasil penelitian menunjukkan daun nanas mampu mengadsorpsi logam Cu dari konsentrasi awal 0,834 mg/L menurun ke, 0,83312 mg/L, 0,63464 mg/L, 0,83232 mg/L dan 0,82856 mg/L. Untuk waktu kontak adsorben daun nanas (10, 20, 30 dan 40) menit berpengaruh terhadap jumlah ion logam Cu yang terserap pada minyak jelantah dengan waktu kontak optimum terjadi pada kondisi 20 menit yang menghasilkan jumlah ion logam yang terserap 0,7697 mg/g dan mengalami penurunan pada menit ke 30 dan 40 karena adsorben telah dalam keadaan jenuh.
Copyrights © 2020