Penggunaan fasilitas perbankan bagi masyarakat kelompok miskin masih sangat kurang. Penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan bagi pengambil kebijakan dalam merangkul masyarakat kelompok miskin dalam meningkatkan aksesibilitas keuangan. Penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke masyarakat kelompok miskin. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung pada masing-masing individu yang berada dalam komunitas masyarakat kelompok miskin. Kelompok miskin ini adalah kelompok buruh yang menghidupi minimal 3 anggota keluarga dan memperoleh upah berkisar Rp750.000.000,00; sd Rp 1.500.000;00. Penelitian dilakukan selama tiga bulan. Hasilnya adalah bahwa pembayaran upah mingguan sangat diharapkan dan dianggap paling tepat. Hasilnya adalah kelompok miskin memiliki persepsi bahwa bank dianggap sebagai tempat yang mewah, berbayar mahal, tempat eklusif, tidak ada yang ditabung, tidak punya uang, dan tempat orang-orang kaya. Hal ini menyebabkan masyakarat kelompok miskin ini tidak berani masuk bank. Kebijakan yang diambil oleh regulator seharusnya mempertimbangkan hasil penelitian ini, yaitu kebiasaan atas upah mingguan dan berbagai hambatan psikologis yang dirasakan oleh kelompok ini saat mengakses bank.  Keywords : Finance access, Kelompok miskin, Reulator, Upah mingguanÂ
Copyrights © 2015