Kikil adalah kulit sapi bagian dalam yang dapat dimakan dan merupakan bahan makanan yang mudah membusuk sehingga membutuhkan pengawetan baik secara fisik maupun kimia. Hal tersebut menyebabkan para produsen kikil sapi untuk menambahkan pengawet seperti formalin dan boraks yang penggunaanya dilarang yang tercantum dalam Permenkes RI No. 033 tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan formalin dan boraks pada kikil sapi yang dijual di Pasar Ajibarang. Tempat penelitian dilakukan di Pasar Ajibarang dan Laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Jumlah sampel sebanyak 5 sampel kikil sapi dari pasar Ajibarang. Metode pemeriksaan yang digunakan yaitu untuk analisis formalin menggunakan metode reaksi warna larutan KMnO4 0,1 N dan untuk analisis boraks menggunakan metode kertas turmerik. Hasil penelitian didapatkan dari kelima sampel kikil sapi untuk uji formalin 4 diantaranya positif mengandung formalin dan 1 sampel negatif formalin, sedangkan untuk uji boraks 5 sampel negatif mengandung boraks.
Copyrights © 2023