Balale' : Jurnal Antropologi
Vol 4, No 1 (2023): Mei 2023

ANALISIS MAKNA UPACARA TEPUNG TAWAR DALAM PERNIKAHAN ADAT MELAYU RIAU

Maini, Maini (Unknown)
Perdamean, Ahmad Sahat (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 May 2023

Abstract

ABSTRACTTepung Tawar is one of the Malay tribal traditions that are still practiced in Malay society today. The purpose of this study was to analyze the meaning Tepung Tawar in Malay marriages. The analysis is focused on: (1) the ceremony Tepung Tawar, (2) the symbol Tepung Tawar and (3) the meaning of the Flour. This study uses descriptive qualitative methods with data collection through interviews with the secretary of traditional institutions, recording video and audio as observation material. In analyzing the meaning of the symbol Tepung Tawar in Malay marriages, Charles Sanders Peirce's semiotic theory is used. The results of this study relate to the Malay tribal community. There are many symbols contained in the ceremony Tepung Tawar, namely yellow rice, washing rice, bertih, potpourri, henna, sedingin leaves, setawar leaves, jun-juang leaves, double deer leaves, ati-ati leaves, fragrant powder, water (fresh flour) and a hand wash bowl. Each symbol contained in the ceremony Tepung Tawar in the marriage of the Malay tribe has a certain meaning. Keywords: Semiotics; Tradition; Tepung Tawar  ABSTRAKTepung Tawar adalah salah satu Tradisi suku Melayu yang masih dilakukan  di masyarakat Melayu hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna Tepung Tawar dalam pernikahan suku Melayu. Analisis di fokuskan  pada: (1) upacara Tepung Tawar, (2) simbol Tepung Tawar dan (3) makna Tepung Tawar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan sekretaris lembaga adat, merekam video dan audio sebagai bahan observasi. Dalam menganalisis makna dari simbol Tepung Tawar dalam pernikahan suku Melayu menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini berkaitan dengan masyaraat suku Melayu. Ada banyak simbol yang terkandung dalam upacara Tepung Tawar, yaitu beras kuning, beras basuh, bertih, bunga rampai, inai, daun sedingin, daun setawar, daun jun-juang, daun ganda rusa, daun ati-ati, bedak harum, air Tepung Tawar dan mangkok cuci tangan. Setiap simbol yang terkandung dalam upacara Tepung Tawar dalam pernikahan suku melayu mempunyai makna tertentu. Kata kunci: Semiotik; tradisi; Tepung Tawar

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BALELE

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Balale merupakan istilah dari bahasa Dayak Kanayatn dan Melayu Sambas serta Melayu Mempawah, yang memiliki arti kegiatan gotong royong dalam suatu pekerjaan secara bergilir, khususnya pada aktifitas perladangan sejak menentukan lokasi berladang hingga panen. Balale adalah tata nilai kehidupan sosial ...