Karst merupakan sumberdaya alam tidak terbarukan, dengan karakteristik relief dan drainase khas yang sangat rentan terhadap perubahan fisik. Karst mempunyai banyak nilai penting bagi ekosistem dan kehidupan. Penyebab utama kerusakan karst di Gunungkidul adalah perubahan ekosistem akibat perubahan kegiatan manusia dari semula bertani, berburu dan mengambil kayu beralih ke pertambangan, juga oleh proses erosi tanah. Di daerah karst Gunungkidul, lapisan tanah sangat tipis, seringkali disebut sebagai âbatu bertanahâ, rentan terhadap proses erosi. Degradasi tanah karena erosi akan menyebabkan penurunan daya dukung bagi kegiatan pertanian, kerusakan karst dan lingkungan. Erosi tanah pada bukit karst harus dikendalikan, tidak melebihi ambang batas. Suatu kedalaman tanah tertentu harus dipelihara sebagai tempat berjangkarnya akar tanaman dan sebagai tempat menyimpan air serta unsur hara, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Ambang batas erosi nol atau tanpa erosi sesuai untuk tanah pada bukit karst Gunungkidul. Ambang batas erosi nol didasarkan pada lapisan tanah tipis, menumpang batuan karbonat yang tidak berfungsi sebagai bahan induk tanah, lereng curam dan aktivitas pertanian yang tinggi. Ambang batas erosi nol akan menjaga ekosistem karst tetap tertutup tanah dan vegetasi, lebih jauh menjaga keberlanjutan fungsi hidrologis dan ekosistem karst.Kata kunci: erosi nol, karst, Gunungkidul
Copyrights © 2015