Berpikir kritis yang masih rendah karena peserta didik belum memahami konsep materi yang diajarkan dan lebih suka akan menghafal materi pembelajaran, cenderung fokus pada apa yang disampaikan guru bukan menganalisis, mengkritik atau mengevaluasinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII H di SMP Negeri 21 Semarang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik convenience sampling yang dilakukan pada bulan November tahun 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dari lembar analisis kemampuan berpikir kritis beserta rubriknya dari jawaban LKPD materi sistem peredaran darah berupa uraian. Hasil dari penilitan ini kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII H termasuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 67% dalam menjawab kurang lengkap. Aspek indikator kemampuan berpikir kritis terendah pada aspek membangun keterampilan dasar sebesar 46% dikarenakan kesalahan dalam pemahaman konsep. Aspek tertinggi pada aspek membuat penjelasan lanjut sebesar 81% karena ini peserta didik sudah terlatih dalam mengidentifikasi suatu permasalahan yang diberikan oleh guru. Pembelajaran berbasis praktikum pada materi sistem peredaran darah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis karena peserta didik belajar untuk mengkonstruksikan pemahaman.
Copyrights © 2023